| Waktu | Aktivitas | Status | Perangkat |
|---|---|---|---|
| 2 menit lalu | remote_session_opened | success | RT01-Pusat |
| 8 menit lalu | device_created | success | RT03-Selatan |
MikroTunnel
Ilustrasi dasbor akun Starter — data contoh
Dasbor
Tunnel WireGuard terenkripsi dengan kontrol akses yang tertata.
Port forwarding dikelola rapi sesuai kebutuhan operasional setiap akun pelanggan.
Dibangun untuk pemilik RT/RW Net, ISP, dan teknisi lapangan.
Akses perangkat, pembukaan port, dan log aktivitas tetap berada dalam satu alur kerja.
Masalah yang paling sering bikin remote MikroTik jadi ribet.
MikroTunnel dirancang untuk situasi operasional nyata: router ada di balik CGNAT, akses teknisi tidak tertata, dan support masih bergantung pada kunjungan ke lokasi.
Router ada di balik NAT atau CGNAT
Remote akses jadi sulit karena router tidak punya public IP atau tidak memungkinkan port forwarding dari sisi ISP.
- Winbox dari luar sering tidak bisa langsung dipakai
- Setup remote berubah-ubah di tiap lokasi
- Troubleshooting jadi lambat saat gangguan terjadi
Port dibuka terus demi kemudahan teknisi
Akses permanen memang praktis, tapi memperbesar risiko karena kredensial dan jalur akses sulit dikontrol dengan rapi.
- Siapa yang membuka akses sering tidak tercatat
- Port publik aktif lebih lama dari yang dibutuhkan
- Akses teknisi sulit dibatasi per kebutuhan
Support masih bergantung pada kunjungan ke lokasi
Ketika monitoring, backup, dan akses perangkat tidak berada dalam satu alur, pekerjaan kecil pun bisa berubah menjadi biaya kunjungan lapangan.
- Backup konfigurasi tidak selalu tersedia saat dibutuhkan
- Status perangkat tidak terlihat dari satu dashboard
- Waktu respons ke pelanggan menjadi lebih lama
Fitur inti untuk akses remote yang lebih aman, terkontrol, dan siap dipakai tim operasional.
Provisioning MikroTik yang Lebih Terarah
Daftarkan router, hasilkan script RouterOS v7, lalu hubungkan perangkat ke gateway MikroTunnel tanpa mengubah jalur internet pelanggan.
- Script provisioning WireGuard untuk RouterOS v7
- Tunnel IP per perangkat agar pengelolaan lebih rapi
- Tenant dan perangkat tetap terisolasi
- Siap untuk alur kerja owner dan teknisi
Akses Sementara yang Lebih Aman
Buka Winbox, SSH, WebFig, atau API hanya saat dibutuhkan. Setiap sesi punya durasi, port publik unik, dan jejak audit yang lebih jelas.
- Preset layanan untuk Winbox, SSH, dan WebFig
- Port publik unik per sesi aktif
- Akses teknisi bisa dibatasi sesuai izin
- Sesi otomatis berakhir setelah durasi habis
Monitoring, Backup, dan Audit dalam Satu Tempat
Pantau status perangkat, siapkan backup konfigurasi, dan lihat aktivitas penting dari satu dashboard supaya support harian lebih cepat ditangani.
- Status online atau offline lebih mudah dipantau
- Backup konfigurasi tersedia saat diperlukan
- Audit log untuk aktivitas kritis
- Lebih siap untuk operasional multi-router
Cara kerja MikroTunnel
Alurnya sederhana: hubungkan router ke gateway, kelola perangkat dari dashboard, lalu buka akses sementara hanya saat dibutuhkan.
Menambahkan router dan menentukan siapa yang boleh mengaksesnya.
Menghasilkan data tunnel, script provisioning, dan kontrol sesi akses.
Router membuat koneksi outbound ke gateway melalui WireGuard.
Winbox, SSH, atau WebFig dibuka sementara sesuai layanan yang dipilih.
Teknisi menggunakan akses tersebut, lalu sesi berakhir otomatis ketika waktunya habis.
Mulai gratis
Cocok untuk validasi awal, onboarding perangkat pertama, dan mencoba alur remote access tanpa harus membuka port permanen di setiap router.
Mulai dengan Google- Hingga 3 perangkat MikroTik
- Hingga 1 teknisi
- Sesi akses sementara 30 menit
- Maksimal 2 sesi aktif bersamaan
- Preset Winbox, SSH, dan WebFig